Rabu, 10 Maret 2010

ergonomi dengan antropometri

ERGONOMI

Ergonomi dikenal juga dengan istilah Psikologi Kerekayasaan, kerekayasaan faktor manusia, kerekayasaan manusia, biomekanika, psikoteknologi, psikologi eksperimen terapan.

Menurut Singleton (1972) ergonomika-teknologi dari rancangan kerja didasarkan pada ilmu-ilmu biologi manusia diantaranya anatomi, fisiologi dan psikologi.

ANATOMI
a. Antropometri (dimensi-dimensi badan)
b. Biomekanika (penerapan daya-daya)

FISIOLOGI
a. Fisiologi Kerja (penggunaan tenaga)
b. Fisiologi Lingkungan (dampak dari lingkungan fisik)

PSIKOLOGI
a. Psikologi Keterampilan (pengolahan informasi dan pengambilan keputusan )
b. Psikologi Kejuruan (pelatihan, upaya dan perbedaan individual)

Ergonomi : rancangan kerja agar efisien dan efektif
Ergonomi berasal dari bahasa Yunani “ergo” = kerja dan “nomos” = hukum
Ergonomi yaitu disiplin ilmu yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan pekerjaannya, mempelajari sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang sistem kerja guna mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif, efisien dan aman serta nyaman.

Fokus perhatian ergonomi erat kaitannya dengan aspek-aspek manusia dalam perencanaan dan lingkungan kerja.
Penekanan ergonomi pada penelitian kemampuan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental, psikologis serta dalam sistem manusia mesin yang integral, yang pada akhirnya rancangan ergonomis akan meningkatkan efisien, produktivitas kerja.

Maksud dan tujuan ergonomi diarahkan pada upaya memperbaiki performance kerja manusia dan mampu memperbaiki pendayagunaan SDM serta meminimalisir kerusakan alat/peralatan yang disebabkan oleh kesalahan manusia (Human Error). Sedangkan pendekatan khusus ergonomi merupakan aplikasi sistematis dari segala informasi yang relevan berkaitan dengan karakteristik dan perilaku manusia dalam perencanaan peralatan, fasilitas dan lingkungan kerja yang dipakai.

Beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam perancangan stasiun kerja dalam organisasi antara lain:
1. Sikap dan posisi kerja
2. Antropometri dan dimensi ruang
3. Kondisi kerja
4. Efisiensi ekonomi gerak dan pengaturan fasilitas kerja
5. Energi kerja yang harus dikonsumsi

Analisis dan penelitian ergonomi mencakup :

1.Anatomi, Fisiologi, Antropometri (ukuran tubuh manusia)

2.Psikologi yang fisiologis (otak, peredaran darah), mengenai fungsi otak dan sistem saraf yang berperan dalam tingkah laku manusia.

3.Kondisi kerja yang dapat menciderai baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

ANTROPOMETRI

Antropometri berasal dari kata antropo (manusia) dan metri (ukuran). Antropometri yaitu studi yang berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia yang akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam memerlukan intraksi manusia. Ukuran yang digunakan yaitu standar rata-rata/kurva normal

Data antropometri diaplikasikan secara luas antara lain dalam perancangan area kerja, perancangan peralatan kerja, perancangan produk konsumtif, dan perancangan lingkungan kerja fisik.

Perancangan suatu produk harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia yaitu umur, jenis kelamin, suku/bangsa, posisi tubuh.

Standar cara pengukuran posisi tubuh:

Pengukuran dimensi struktur tubuh (pengukuran dalam dalam berbagai posisi standar dan tidak bergerak seperti berat, tinggi saat duduk/berdiri, ukuran kepala, tinggi, panjang lutut saat berdiri/duduk, panjang lengan, dll.

Pengukuran dimensi fungsional tubuh (pengukuran saat melakukan gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan atau dengan kata lain pengukuran dilakukan saat tubuh melakukan gerakan kerja dalam posisi dinamis dan banyak diaplikasikan pada proses perancangan fasilitas/ruang kerja)

CONLUSION

Data antropometri akan menentukan bentuk, ukuran dan dimensi dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan menggunakan produk tersebut dan dengan demikian maka perancang produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar calon pengguna produk yang dirancang.

Faktor lain yang mempengaruhi ukuran tubuh diantaranya cacat tubuh, tebal tipisnya pakaian dan kehamilan.

Jumat, 26 Februari 2010

Sistem rangka

Anatomi Dan Phisyology Dari Sistem rangka

Anatomi manusia sangat penting dan sangat bermanfaat untuk menjaga diri kita sendiri yang tahu tentang apa yang ada di dalam tubuh kita dan apa yang mereka lakukan. Anatomi dan fisiologi sistem kerangka sangat menarik. Sistem rangka adalah salah satu sistem yang paling penting dari tubuh kita. Hal ini diperlukan untuk menjaga semuanya utuh dan pada tempatnya di dalam tubuh.
Seperti yang kita tahu dari pengalaman, tulang adalah bagian tubuh yang selalu stabil, mantap dan memberikan dukungan bagi fungsi tubuh seperti napas, embusan napas, makan makanan, berolahraga, bekerja, buang air, tidur, duduk, berdiri, berjalan, berbicara , dll tulang yang sangat vital bagian dari tubuh kita dan kita harus mampu mengetahui sedikit tentang aktivitas sistem yang mendukungnya.
Tubuh manusia memiliki sistem yang disebut sistem kerangka, yang terdiri dari tulang, yang nomor ke dua ratus enam, 206. Tulang-tulang ini terletak di berbagai bagian tubuh dan membuat kerangka untuk seseorang. Ini membentuk bagian penting dari kehidupan seseorang dan cara mereka menjalani hidup. Tulang adalah bagian yang sangat kuat dari otot-otot tubuh dan dukungan pada mereka, di mana darah mengalir dan ada udara, ada air dan segala macam hal lain yang didukung oleh tulang-tulang ini. Anatomi sistem kerangka bentuk dasar yang semua organ dalam tubuh manusia diatur dan berfungsi dengan benar. Dengan demikian, anatomi dan fisiologi sistem rangka merupakan aspek yang sangat penting tubuh manusia.
Penjelasan Untuk Sistem rangka
Sistem rangka membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang. The 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.
Tengkorak adalah tulang pertama yang langsung terlintas dalam pikiran ketika kita berpikir tentang sistem kerangka. Tengkorak berisi dua soket untuk mata, satu socket untuk hidung, satu socket untuk mulut dan dua soket untuk telinga.
Lalu ada tulang leher, yang sampai 7 total jumlahnya. Ini menarik sebagai jumlah yang sama tulang hadir dalam leher jerapah! Setelah leher tulang, ada tulang rusuk, yang merupakan bagian penting dari sistem pernapasan dalam arti bahwa ia berisi paru-paru di dalamnya.
Melekat pada tulang rusuk adalah dua set tulang untuk lengan. Mereka bergabung bersama di tengah oleh siku. Pada akhir tulang rusuk dan mulai di belakang leher sampai ke daerah pinggul adalah tulang belakang, yang merupakan sekali buat tubuh kita. Frontal bagian dari tulang belakang berisi tulang yang mendukung perut. Panggul tepat di bawah ini adalah menetapkan dan mendukung organ-organ seksual. Belakang panggul tulang pinggul, yang membantu kami duduk dan berdiri. Ini adalah melekat pada dua tulang set untuk kaki yang bergabung di bagian lutut. Ini pada gilirannya memiliki dua lebih sendi di pergelangan kaki untuk kaki. Kaki bergabung dengan lima tulang masing-masing selama lima jari kaki. Dengan demikian, tubuh kita terdiri dari sistem kerangka ini.

a. Rangka Aksial

Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:
1). Tulang tengkorak
2). Tulang hioid
3). Tulang belakang (vertebrae)
4). Tulang dada (sternum)
5). Tulang rusuk (costa)

1).Tulang tengkorak

Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran dan organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak.
2) Tulang hioid
Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.

3) Tulang belakang (vertebrae)
Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari.
4) Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa)
Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae).

b. Rangka Apendikuler

Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Rangka apendikuler terdiri atas bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan dan kaki.
1). Tulang selangka (Klavikula)
Tulang selangka (Klavikula) merupakan tulang leher membentuk bagian depan bahu.
2). Tulang belikat (Skapula)
Tulang belikat (skapula) terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.
Telapak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas ketika
4). Tulang pangkal lengan (Humerus), hasta (Ulna), Pengumpil (Radius)
Tulang pangkal lengan (Humerus) bersama dengan tulang pengumpil (Radius) dan tulang hasta
(Ulna) menyusun lengan atas dan lengan bawah.

5). Tangan dan kaki
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jari. Jari tangan terdiri dari tiga ruas kecuali ibu jari yang hanya mempunyai dua ruas. Perhatikan gambar tulang penyusun alat gerak bawah

berjalan.
3). Tulang panggul (Koksa)
Setiap makhluk vertebrata memiliki jumlah tulang panggul (Koksa) 2. 1 bagian terdapat pada bagian kiri dan 1 bagiannya lagi pada bagian kanan. Tulang panggul membentuk tulang gelang panggul yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Sewaktu lahir setiap tulang panggul (Koksa) sebetulnya terdiri dari 3 tulang yaitu ileum, ischium, dan pubis. Namun, setelah dewasa ketiga tulang ini bersatu menjadi tulang panggul (koksa).

Sumber:
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/anatomy/skeletal-system/Anatomy-And-Phisyology-Of-Skeletal-System.html
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/anatomy/skeletal-system/Explanation-For-Skeletal-System.html
http://belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net/?p=14

otot manusia

Penjelasan Untuk Sistem otot
Sistem otot tubuh set koneksi-koneksi dari jaringan yang gerakan roda baik dari tubuh dan di dalamnya. Berjalan, berlari, melompat, semua tindakan ini impelling tubuh melalui ruang dapat dicapai hanya karena kontraksi (pemendekan) dan relaksasi otot. Gerakan utama ini, bagaimanapun, bukanlah satu-satunya yang disutradarai oleh tindakan otot.
Otot membuatnya layak untuk berdiri, duduk, berbicara, dan berkedip. Apalagi, kalau bukan karena otot, darah tidak akan memancar melalui pembuluh darah, udara tidak akan mengisi paru-paru, dan makanan tidak akan bergerak melalui sistem pencernaan. Singkatnya, adalah otot-otot tubuh aparat yang membolehkan bekerja.
Tiga fungsi penting otot adalah gerakan produksi, mempertahankan dari postur, dan generasi panas. Hampir semua gerakan oleh tubuh manusia hasil dari otot menyempit. Otot memberikan dukungan kepada tubuh, dan membantu mempertahankan postur tubuh melawan gaya gravitasi. Bahkan ketika tubuh memerlukan istirahat, atau ketika tubuh tidur, serat-serat otot yang berkontraksi untuk mempertahankan otot. Untuk tujuan ini, setiap tindakan oleh otot-otot menghasilkan panas sebagai limbah, yang sangat diperlukan dalam mempertahankan suhu tubuh standar.
Ada tiga jenis otot. Menjadi berkenalan dengan jenis otot ini membantu Anda dalam memahami kebutuhan untuk setiap jaringan. Termasuk dalam jenis adalah otot rangka, yang mengelilingi kerangka dan menyediakan tubuh bakat untuk bergerak di akan.
Berbaris otot polos saluran gastrointestinal. Otot polos berada di kerongkongan di mana makanan menekan saluran ke perut, sementara otot jantung adalah jaringan yang terdiri dari jantung ventrikel, atrium, dan katup. Mereka menggunakan potensi pencapaian untuk kontrak listrik jantung, memberikan tubuh proses memaksa darah dari vena ke paru-paru dan di sepanjang arteri.
Struktur Dan Fungsi Of The otot Dari Manusia
Mencakup struktur kerangka tulang-tulang kerangka, tulang rawan, ligamen, dan jaringan ikat lain yang bergabung atau melekat pada tulang. Selain mendukung berat tubuh, tulang bekerja bersama-sama dengan otot tubuh untuk menjaga situasi dan untuk membawa tentang dikontrol, gerakan akurat. Situasi ini apa yang memunculkan muskuloskeletal.
Pusat pemikiran di balik sistem muskuloskeletal adalah untuk mempertahankan organ-organ penting seperti otak, jantung dan paru-paru. Selain itu, juga bekerja terhadap struktur dan menjaga stabilitas tubuh manusia. Selain itu, memungkinkan tubuh untuk bergerak. Sebagai contoh, membungkuk, berjalan, dan berdiri.
Dalam ketiadaan kerangka untuk menarik melawan, filamen otot yang ketat tidak akan dapat bekerja ketika kita perlu duduk, berdiri, berjalan, atau lari.

Termasuk dalam struktur dan fungsi muskuloskeletal manusia adalah:
• Sendi: Ini adalah di mana dua tulang berpaut.
• Tendon: ini bersatu otot fillet.
• Ligamen: Ini kencangkan satu tulang tulang lain.
• Otot rangka: otot-otot ini ikatan untuk menarik tendon, dan memindahkan tulang dari kerangka. Selain itu untuk memproduksi gerakan rangka, otot juga menegakkan postur dan posisi tubuh, dukungan jaringan lunak, melindungi pintu masuk dan keluar ke pencernaan dan saluran urine, dan mempertahankan suhu tubuh.
• Saraf: Saraf mengelola kontraksi otot rangka, menafsirkan informasi sensorik, dan menyelaraskan kegiatan sistem organ tubuh.
• Tulang rawan: Ini adalah semacam jaringan yang menghubungkan. Ini adalah seperti gel padat materi. Tubuh berisi tiga jenis utama tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin, kartilago elastis, dan fibro kartilago.
Sumber:
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/anatomy/musculoskeletal-system/Structure-And-Function-Of-The-Musculoskeletal-Of-Humans.html
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/anatomy/muscular-system/Explanation-For-Muscular-System.html

Sabtu, 02 Januari 2010

Tips merawat batere Hp anda

Petunjuk Pemakaian Baterai Ni-MH dan Li-ion
Apabila anda memakai baterai jenis Ni-MH Anda harus menghabiskan dulu sisa/ tenaga baterai sampai betul-betul habis (Low Batt). Hal ini untuk menghindari
Memory Effect pada handset Anda. Sedangkan baterai jenis Li-ion tidak memiliki memory effect (memiliki daya ingat terhadap kondisi power yang ada dalam tubuhnya) artinya baterai dapat di isi ulang kapan saja jika kita membutuhkannya. Tetapi apabila terus menerus kita mengisinya pada keadaan masih tersisa power didalamnya, akan timbul juga masalah yang dapat menurunkan kualitas baterai.

Berikut Petunjuk Pemakaian Baterai Ni-MH dan Li-ion :

1. Bersihkan terlebih dahulu pin dan connector baterai dengan cotton bud/ tissue. Pin yang kotor akan mengurangi performa baterai dan harap dilakukan setiap enam bulan sekali.

2. Charger pertama, untuk baterai lamanya 8 sampai 12 jam akan menghasilkan reaksi kimia baterai 20% sampai 50% (karena masalah ini konsumen beranggapan bahwa baterai jelek/ drop). Apabila performa baterai sudah maksimal langsung ke pengecasan NORMAL, abaikan cara pengecasan kedua dan ketiga.

3. Charger kedua, lamanya 8 sampai 12 jam akan menghasilkan reaksi kimia baterai sampai 40% sampai 70% dan performa baterai belum bekerja secara maksimal. Apabila performa baterai sudah maksimal pada pengecasan kedua langsung ke pengecasan NORMAL, abaikan pengecasan ketiga.

4. Charger ketiga, lamanya 8 sampai 12 jam akan menghasilkan reaksi kimia baterai 80% sampai 100% (sudah tidak ada lagi anggapan bahwa baterai tersebut ngedrop/ jelek)

5. Charger keempat (NORMAL) lamanya 1 sampai 3 jam atau tergantung dari specification dari masing-masing merk ponsel.Harap diperhatikan, apabila sudah dilakukan pengecasan 1 sampai 4 kali akan timbil baterai tiba-tiba low batt, keadaan tersebut normal. Setelah pemakaian 5 kali pengecasan anda akan mendapatkan full performa baterai.

Petunjuk Memperpanjang Usia Baterai :

Kosongkan Baterai Sebelum Diisi

Pastikan baterai dalam keadaan kosong sebelum diisi. Ini untuk menghindari memory effect pada saaat baterai baru, biasanya baterai dalam kondisi tidak benar-benar kosong. Artinya, jika anda mendapatkan baterai baru sudah bisa digunakan untuk menyalakan ponsel meski tidak punya kekuatan lama. Untuk mengosongkan baterai dinyalakan sampai low batt.

Pengisian Pertama Harus Full

Apapun jenis baterai kita, proses pengisian pertama akan sangat menentukan usia baterai. Soalnya ketika kita mengisi baterai pertama kali, saat itu kita sedang menaktifkan seluruh sel dalam baterai agar berfungsi maksimal. Makannya pada waktu pengisian pertama kebanyakan disarankan waktunya agak panjang.

Jangan Gunakan Ponsel Pada Saat Pengisian Baterai

Jika kita sedang melakukan pengisian baterai, sebaiknya ponsel dalam keadaan tidak menyala. Jika ponsel menyala akan terjadi arus masuk dan keluar secara bergantian yang akibatnya akan merusak molekul dalam baterai. Ini juga akan mengakibatkan terjadinya memory effect pada baterai. Apalagi saat kita mencharge, lantas ponsel digunakan untuk koneksi, itu akan menambah beban pada proses kimia dalam baterai.

Perhatikan Lama Pengisian

Lama pengisian sangat berpengaruh terhadap kualitas baterai. Jika baterai sudah full, tetapi terlalu lama dipadamkan akan merusak komponen yang ada didalamnya. Ada charger yang otomatis, sehingga ketika baterai sudah full dia mati sendiri. Tetapi jika kita menggunakan charger yang tidak otomatis, kita harus benar-benar memperhatikan lamanya pengisian.

Jangan Sering-sering Chargering Di Mobil

Saat mengisi baterai di kendaraan, kita menggunakan pematik api sebagai sambungan. Voltase pada kendaraan sering tidak stabil, yang dapat mengakibatkan tidak stabilnya arus masuk ke dalam baterai. Apabila hal ini sering kita lakukan, maka akan terjadi kerusakan pada komponen baterai.

Yang Mempercepat Baterai Lemah :

Menelepon Dalam Kondisi Bergerak Kecepatan Tinggi

Menerima atau menelepon di dalam mobil sering kita lakukan. Pada saat itulah ponsel sangat terkuras energinya, sebab dia berusaha keras mencari sinyal dari BTS terdekat. Ketika kita bergerak menjauh dari BTS, ponsel akan mencari sinyal pada BTS lain yang lebih dekat. Aktifitas itulah yang memakan energi baterai lumayan besar. Apalagi ketika kita melakukan koneksi internet dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi.

Mengaktifkan EFR (Enhanced Full Rate)

Jika ponsel suaranya kurang enak di telinga, fungsi EFR bisa diaktifkan. Tetapi untuk mengangkat volume suara ini ponsel membutuhkan power lebih besar dari sebelumnya.

Mengaktifkan Nada Getar

Nada getar membutuhkan power yang cukup besar. Kalau powernya kurang besar mana bisa bergetar.

Games, MP3, Radio, Bluetooth

Ketika kita main games, baterai pada ponsel mengeluarkan tenaga hampir sama seperti pada saat kita sedang menelepon. Begitu juga ketika menjalankan fasilitas lain pada ponsel seperti mendengarkan radio, GPRS, WAP dan lain-lain.

Menjalankan Aktifitas Ganda

Kini ponsel-ponsel terbaru dapat menjalankan aktifitas ganda. Misalnya, mendengarkan radio sambil main games atau mengirim SMS. Aktitifas ganda seperti ini otomatis akan memakan energi baterai lebih besar.

Mengaktifkan Infra Red

Infra red merupakan salah satu media untuk menyambungkan ponsel dengan perangkat lainnya. Ketika kita mengaktifkan infro red tentu tenaga baterai akan banyak terkuras untuk menjalankan perintah tersebut.

Menyalakan Backlight Pada Siang Hari

Apa gunanya menyalakan lampu display pada siang hari. Makanya agar baterai tahan lama matikan saja perintah backlight pada siang hari, kemudian nyalakan pada waktu menjelang malam.


http://www.acehforum.or.id/tips-merawat-batere-t8058.html?s=f85149ad4627247a1a55666346dab27e&

Gangguan Pendengaran Anak

BERBEDA dengan keadaan cacat yang lain, cacat dengar pada anak tidak terlihat jelas, terutama bagi masyarakat awam medis. Cacat dengar pada bayi dan anak menyebabkan gangguan berbahasa, baik untuk menerima maupun menyampaikan pesan yang selanjutnya mengakibatkan gangguan sosialisasi dan gangguan emosional.

Tidak jarang terjadi kekeliruan anggapan, anak yang terganggu pendengarannya mulanya diduga menderita gangguan mental atau gangguan tingkah laku.

Telinga terdiri atas telinga bagian luar (daun telinga dan liang telinga), telinga tengah (gendang telinga dan ruang telinga tengah), dan telinga bagian dalam (kohlea, organ keseimbangan dan saraf pendengaran).

Gelombang bunyi atau suara berjalan melalui udara, menggetarkan gendang telinga, mengakibatkan bergetarnya cairan endolimf kohlea di telinga dalam yang selanjutnya menggerakkan sel-sel rambut saraf pendengaran. Dalam kohlea inilah terjadi perubahan getaran mekanik menjadi getaran listrik.

Gelombang energi listrik ini kemudian diteruskan melalui saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak.
Gangguan di telinga tengah dan luar akan menimbulkan tuli hantaran (konduksi), gangguan di telinga dalam menimbulkan tuli saraf atau tuli sensorineural. Yang terakhir inilah yang umumnya terjadi pada anak yang tunarungu sejak lahir.

Di berbagai negara dilaporkan angka kejadian gangguan pendengaran yang bervariasi. Diperkirakan, insiden tuli saraf berat pada bayi baru lahir berkisar antara satu sampai dua per 1000 kelahiran. Menurut WHO ketulian derajat ringan sampai berat di masyarakat mencapai 10%.

Sebagiannya dapat dicegah dan disembuhkan, terutama ketulian yang disebabkan peradangan telinga tengah.
Berdasarkan lokalisasi kelainan di telinga, dikenal berbagai jenis gangguan pendengaran.1).

Ketulian konduktif (hantaran) jika kelainan terjadi di telinga luar maupun tengah. Biasanya disebabkan proses keradangan telinga tengah (otitis media) yang menimbulkan robekan gendang telinga dan keluarnya cairan dari liang telinga (curek atau congekan). Bisa juga terjadi sejak lahir misalnya liang telinga tertutup (atresia). 2).

Ketulian sensorineural (saraf) jika kelainan terjadi di telinga dalam. Biasanya terjadi pada anak yang lahir tuli maupun ketulian karena obat. 3). Tuli campuran jika terjadi tuli hantar dan tuli saraf bersamaan seperti pada curek yang lama dan berat sehingga mengenai pula telinga bagian dalam.
Penyebab gangguan pendengaran tidak selalu dapat ditentukan dengan pasti.

Diperkirakan 25-30 % gangguan pendengaran sejak lahir tidak diketahui penyebabnya serta kemungkinan faktor keturunan atau genetik sebagai penyebab belum dapat disingkirkan.

Faktor yang diduga berhubungan kuat dengan terjadinya ketulian pada bayi baru lahir meliputi infeksi TORCH (Toksoplasmosis, Rubela, Cytomegalo virus, Herpes virus) terutama dalam tiga bulan pertama kehamilan; infeksi bakteri, obat ototoksik, lahir prematur, trauma lahir, asfiksia, gangguan metabolisme dan radiasi.

Pada anak balita radang telinga tengah seperti otitis media akut (OMA), otitis media kronik, dan otitis media dengan efusi dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Kelainan ini disebabkan kelainan fungsi tuba Eustachius yaitu saluran penghubung telinga tengah dan tenggorok, pada anak yang sering menderita radang saluran napas bagian atas (pilek, batuk, sakit menelan).

Penyebab lain meliputi keradangan selaput otak (meningitis), radang telinga dalam, obat ototoksik seperti kina, obat TBC, gentamisin dll, trauma termasuk trauma bising, penyakit saraf, penyakit metabolik dan gangguan peredaran darah.

Secara garis besar pemeriksaan pendengaran dibagi menjadi pemeriksaan subjektif dengan memperhatikan reaksi atau tingkah laku anak terhadap bunyi dan pemeriksaan objektif dengan menggunakan perangkat elktronik merekam respons telinga atau otak terhadap rangsangan suara.

Pemeriksaan penyaring pada anak dapat dilakukan secara sederhana dengan mengamati reaksinya terhadap bunyi-bunyian seperti suara radio, tape recorder, TV, mobil, bantingan pintu. Kemudian dilakukan pengetesan dengan suara yaitu menanyai anak dari jarak satu meter dengan memandangi anak tetapi menutup bibir pemeriksa misalnya dengan buku.

Ini dapat memberikan gambaran adanya gangguan pendengaran. Pemeriksaan pendengaran pada bayi baru lahir sampai berumur 3 bulan dilakukan dengan memeriksa refleks Moro yakni anak diberikan suara kuat (seperti suara cengceng pada gamelan) dan akan timbul reaksi berupa gerakan reflek.

Jika dicurigai anak mengalami gangguan pendengaran segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, jangan menanti sampai usia tertentu. Keterlambatan penanganan akan menyebabkan anak bisu. Pada sarana kesehatan akan dilakukan pemeriksaan audiometri sesuai dengan umur, timpanometri atau tes OAE dan BERA sesuai dengan keperluan.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan apakah memang benar terjadi gangguan pendengaran, jenis gangguan pendengaran, letak kelainan yang menimbulkan gangguan pendengaran sehingga dapat dicari solusi terbaik untuk perawatan selanjutnya dengan harapan anak bisa berkomunikasi dengan atau tanpa alat bantu dengar.

Di berbagai negara maju dilakukan program pemeriksaan penyaring terhadap bayi terutama bayi dengan faktor risiko tadi. Jika ditemukan kecurigaan kelainan pendengaran dilakukan pemeriksaan lanjutan yang teliti dan intensif.

Pengelolaan tergantung dari penyebabnya. Ketulian akibat otitis media dapat dilakukan dengan pencucian telinga, antibiotika adekuat dan pengobatan penyakit dasar. Perlu diingat otitis media yang telah kronis sering menimbulkan komplikasi kelainan telinga dalam dan terjadi gangguan pendengaran menetap sehingga sangat penting dilakukan pengobatan dini secara tuntas.

Pada ketulian saraf atau sensorineural yang umumnya terjadi pada anak yang tuli sejak lahir, pengobatan sering tidak memberikan hasil yang memuaskan. Maka, pengelolaannya adalah sebagai berikut:


1). Alat bantu mendengar (ABM) sedini mungkin, bahkan sebelum anak berusia satu tahun.

2). Pendidikan khusus, stimulasi di rumah maupun di taman bermain.

3). Pelatihan pendengaran dan terapi bicara oleh ahli terapi wicara.

4). Pendidikan terpadu di sekolah normal jika memungkinkan (pada usia sekolah).

5). Pada keadaan tertentu dan kondisi memungkinkan dilakukan operasi cochlear inplant pada usia dini.


• dr. I Wayan Nuarsa, Sp.T.H.T.
Ahli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
di RSU Surya Husadha Denpasar
Cyber TOKOH : http://cybertokoh.com
Online version: http://cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3151

Kamis, 31 Desember 2009

teori-teori kepuasan kerja

KEPUASAN KERJA
Tidak ada satu batasan dari kepuasan kerja/ pekerjaan yang paling sesuai, seperti batasan dari Locke yang menyimpulkan ada dua unsur yang penting dalam kepuasan kerja yaitu nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan dasar. Kepuasan kerja merupakan hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan motivasi kerja.
Howell dan Dipboye (1986) memandang kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaan.
Selanjutnya dibahas tiga model yang mencerminkan hubungan-hubungan yang berbeda antara sikap dan motivasi untuk performance secara efektif.
Pada model A, kondisi kerja mempengararuhi sikap tenaga kerja terhadap pekerjaan dan organisasi, dan sikap ini secara langsung mempengaruhi secara langsung besarnya upaya untuk melakukan pekerjaan.
Pada model B,Sikap kerja merupakan akibat dari, dan bukan yang menetukan motivasi kerja dan unjuk kerja.
Pada model C,mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan kausal langsung antara sikap kerja dan unjuk kerja. Sikap tidak menyebabkan timbulnya unjuk kerja tertentu.
Sikap kerja yang dibicarakan dalam model A,B, dan C mengungkapkan kepuasan kerja. Makin positif sikap kerjanya, makin besar kepuasan kerjanya.
Motivasi ( Effort), kemampuan, dan persepsi peran, menghasilkan unjuk kerja (performance)dan memperoleh imbalan ( reward). Imbalan dinilai apakah adil (perceived equittable reward), hasilnya menentukan besar kecilnya kepuasan kerja. Motivasi menetukan tinggi rendahnya unjuk kerja. Unjuk kerja menghasilkan imbalan ( dinilai adil atau tidak) yang menetukan tinggi rendahnya kepuasan kerja.
Chiselli dan Brown mengemukakan bahwa faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja :
1. Kedudukan
2. Pangkat Kerja
3. Masalah Umur
4. Jaminan finansial dan jaminan sosial
5. Mutu Pengawasan
Harold E. Burt, mengemukakan pendapat tentang faktor-faktor yang ikut menentukan kepuasan kerja sebagai berikut :
1. Faktor hubungan antar karyawan
2. Faktor-faktor Individual
3. Faktor-faktor luar
Pendapat Gilmer (1966) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut :
a. Kesempatan untuk maju
b. Keamanan kerja
c. Gaji
d. Perusahaan dan manajemen
e. Pengawasan (Supervisi)
f. Faktor intrinsik dari pekerjaan
g. Kondisi kerja
h. Aspek sosial dalam pekerjaan
i. Komunikasi
j. Fasilitas
2. Pengertian
Ada beberapa definisi kepuasan kerja antara lain :
1. Kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaan secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. (Robert Hoppecl New Hope Pensyvania).
2. Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaan itu sendiri,situasi kerja, kerja sama, antar pemimpin dan sesama keryawan (Tiffin).
3. Kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor- faktor pekerjaan, penyesuian diri dan hubungan sosial individu di luar kerja (Blum) .
4. Kepuasan kerja pada dasarnya adalah ” security feeling” (rasa aman) dan mepunyai segi-segi :
a. Segi sosial ekonomi (gaji dan jaminan sosial).
b. Segi sosial psikologi :
- Kesempatan untuk maju
- Kesempatan mendapatkan penghargaan
- Berhubungan dengan masalah pengawasan
- Berhubungan dengan pergaulan antara karyawan dengan karyawan dan antara keryawan dengan atasannya. (Sutrisno Hadi ’Analisa Jabatan dan Kegunaannya’. Bulletin Psychology).
Dapat disimpulkan dari pendapat beberapa ahli di atas bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap yang positif yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja, termasuk di dalamnya upah , kondisi sosial, kondisi fisik dan kondisi psikologis.
3 Teori-teori Kepuasan Kerja
3.1. Teori Pertentangan (Discrepancy Theory)
Teori pertentangan dari locke menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan penimbangan dua nilai : 1. pertentangan yang dipersepsikan antara apa yang diinginkan seseorang individu dengan apa yang diterima ; 2. pentingnya apa yang diinginkan bagi individu.
Menurut Locke seseorang individu akan merasa puas atau tidak puas merupakan sesuatu yang pribadi, tergantung bagaimana ia mempersiapkan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan dan hasil keluarnya.
3.2. Model dari Kepuasan Bidang/ Bagian (Facet Satisfication)
Model Lawler dari kepuasan bidang berkaitan erat dengan teori keadilan dari Adams, menurut model Lawler orang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka jika jumlah dari bidang mereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan kerja mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima. Jumlah dari bidang yang dipersepsikan orang sebagai sesuai tergantung dari bagaimana orang mempersepsikan masukan pekerjaan, ciri-ciri pekerjaan,dan bagaimana mereka mempersepsikan masukan dan keluaran dari orang lain yang dijadikan pembanding.
3.3. Teori Proses-Bertentangan (Opponent-Proses Theory)
Teori proses bertentangan dari Landy memandang kepuasan kerja dari perspektif yang berbeda secara mendasar daripada pendekatan yang lain. Teori ini menekankan bahwa orang ingin mempertahankan suatu keseimbangan emosional (emotional equilibrium), berdasarkan asumsi bahwa kepuasan kerja yang bervariasi secara mendasar dari waktu ke waktu akibatnya ialah bahwa pengukuran kepuasan kerja perlu dilakukan secara periodik dengan interval waktu yang sesuai.
4. Faktor-faktor Penentu Kepuasan Kerja
Banyak faktor yang telah diteliti sebatgai faktor-faktor yang mungkin menentukan kepuasan kerja.
4.1. Ciri-ciri Intrinsik Pekerjaan
Menurut Locke, ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan yang menetukan kepuasan kerja ialah keragaman, kesulitan,jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan kreativitas, terdapat satu unsur yang dijumpai pada ciri-ciri intrinsik yaitu tantangan mental.
Berdasarkan survei diagnostik diperoleh hasil tentang lima ciri yang memperlihatkan kaitannya dengan kepuasan kerja untuk berbagai macam pekerjaan. Ciri-ciri tersebut ialah :
1. Keragaman keterampilan.
2. Jati diri tugas (task identity).
3. Tugas yang penting (task significance).
4. Otonomi.
5. Pemberian balikan pada pekerjaan membantu meningkatkan tingkat kepuasan kerja.
Model karakteristik pekerjaan dari motivasi kerja menunjukan hubungan yang erat dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja bersamaan dengan motivasi internal yang tinggi. Konsep yang diajukan oleh Herzbeg, yang mengelompokan ciri-ciri pekerjaan intrinsik ke dalam kelompok motivators.
4.2. Gaji Penghasilan, Imbalan yangn Dirasakan Adil (Equittable Reward)
Uang memang mempunyai arti yang berbeda- beda bagi orang yang berbeda-beda . Dengan menggunakan teori keadilan dari Adams dilakukan berbagai penelitian dan salah satu hasilnya ialah bahwa orang yang menerima gaji yang terlalu kecil atau terlalu besar akan mengalami disterss atau ketidakpuasan.
Yang penting ialah sejauh mana gaji yang diterima dirasakan adil, jika gaji dipersepsikan sebagai adil berdasarkan tuntutan kerja, tingkat pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar gaji yang berlaku untuk kelompok pekerjaan tertentu, maka akan ada kepuasan kerja.
Uang atau imbalan akan mempunyai dampak terhadap motivasi kerjanya jika besarnya imbalan disesuaikan dengan tinggi prestasi kerjanya.

Tampaknya semua ahli setuju untuk memasukan teori Herzberg dalam pandangan teori kepuasan kerja karyawan. Pemilihan ini disebabkan karena teori Herzberg diturunkan atas pembagian hierarki kebutuhan Maslow menjadi kebutuhan atas dan bawah.
Maslow membagi kebutuhan manusia berdasarkan hierarki dari kebutuhan yang paling rendah ke kebutuhan yang paling tinggi. Kebutuhan manusia versi Maslow pertingkatan adalah: Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Pembagian dua buah atas dan bawah itu membuat teori Herzberg dikenal orang sebagai two factor theory atau motivator hygiene theory. Kebutuhan tingkat atas pada teori Herzberg yang diturunkan dari maslow adalah penghargaan dan aktualisasi diri yang disebut sebagai motivator, sedangkan kebutuhan yang lain digolongkan menjadi kebutuhan bawah yang disebut sebagai hygiene factor.
Terdapat faktor-faktor tertentu yang diasosiakan dengan kepuasan kerja dan faktor-faktor tertentu yang disosiasikan dengan ketidakpuasan kerja. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain:
1. Tanggung jawab (responsibility), besar kecilnya yang dirasakan dan diberikan pada tenaga kerja.
2. Kemajuan (advancement), besar kecilnya kemungkinan tenaga kerja dapat maju dalam pekerjaannya.
3. Pencapaian (achievement), besar kecilnya tenaga kerja mencapai prestasi kerja yang tinggi.
4. Pengakuan (recognition), besar kecilnya pengakuan yang diberikan kepada tenaga kerja atas kinerjanya.
5. Pekerjaan itu sendiri (work it self), besar kecilnya tantangan bagi tenaga kerja dari pekerjaannya.
Semua faktor diatas sering kali berhubungan dengan isi (content) dari sebuah pekerjaan, itu mengapa seringkali disebut juga content factor. Sedangkan kelompok-kelompok faktor yang berhubungan dengan ketidakpuasan dalam pekerjaan seringkali disebut dengan context factor. Faktor faktor ini adalah:
1. Kebijakan perusahaan (company policy), derajat kesesuaian yang dirasakan tenaga kerja dari semua kebijakan dan peraturan yang berlaku diperusahaan.
2. Penyeliaan (supervision), derajat kewajaran penyeliaan yang dirasakan oleh tenaga kerja.
3. Gaji (salary), derajat kewajaran gaji/upah sebagai suatu imbalan atas hasil kerjanya (performance)
4. Hubungan antar pribadi (interpersonal relations), derajat keseuaian yang dirasakan dalam berinteraksi dengan tenaga kerja lainnya.
5. Kondisi kerja (working condition), derajat kesesuaian kondisi kerja dengan proses pelaksanaan pekerjaannya.
Content factor dalam teori Herzberg sering disebut dengan motivator, yaitu faktor faktor yang dapat mendorong orang untuk dapat memenuhi kebutuhan tingkat atasnya dan merupakan penyebab orang menjadi puas atas pekerjaannya. Bila content factor ini tidak ada, maka akan dapat menyebabkan seseorang tidak lagi puas atas pekerjaannya atau orang tersebut dalam keadaan netral, merasa tidak ”puas” tetapi juga tidak merasa ”tidak puas”.
Sedangkan context factor, yang berhubungan dengan lingkungan pekerjaan ini sering disebut dengan hygiene factor, dimana pekerjaan memberikan kesempatan untuk seseorang dalam pemenuhan kebutuhan tingkat bawah. Bila context factor yang tidak terpenuhi, tidak ada, ataupun tidak sesuai maka dapat membuat pekerja merasa tidak puas (dissatisfied).
Dalam ketidakterpenuhinya context factor akan membuat tenaga kerja banyak mengeluh dan merasa tidak puas, tetapi bila dipenuhi maka pekerja akan berada pada posisi tidak lagi tidak puas (bukan berarti puas) atau tepatnya dalam keadaan posisi netral.
Faktor faktor yang masuk kedalam kelompok motivator cenderung merupakan faktor yang menimbulkan motivasi kerja yang lebih bercorak proaktif, sedangkan faktor yang termasuk kedalam kelompok hygiene cenderung menghasilkan motivasi kerja yang lebih reaktif. Faktor hygiene bisa memindahkan ketidakpuasan dan meningkatkan performance, namun sampai titik tertentu, memperbaiki faktor faktor tersebut tidak lagi berpengaruh banyak.
Untuk itu usaha-usaha yang dilakukan untuk lebih meningkatkan peformance dan sikap lebih positif, sebaiknya menggunakan dan berpusat pada faktor faktor motivator. Pekerjaan seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan derajat penghargaan yang tinggi oleh kedua faktor tersebut. Faktor hygiene untuk menghindari ketidakpuasan kerja karyawan dan motivator sebagai faktor yang memastikan kepuasan kerja karyawan.

Teori-Teori tentang Kepuasan Kerja
Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yang lazim dikenal yaitu:
1.Teori Perbandingan Intrapersonal (Discrepancy Theory)
Kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh individu merupakan hasil dari perbandingan atau kesenjangan yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap berbagai macam hal yang sudah diperolehnya dari pekerjaan dan yang menjadi harapannya. Kepuasan akan dirasakan oleh individu tersebut bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan kecil, sebaliknya ketidakpuasan akan dirasakan oleh individu bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan besar.
2. Teori Keadilan (Equity Theory)
Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor, maupunditempat lain.
3. Teori Dua – Faktor (Two Factor Theory)
rinsip dari teori ini adalah bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan Dissatisfier atau hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators.


Satisfier atau motivators adalah faktor-faktor atau situasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari prestasi, pengakuan, wewenang, tanggungjawab dan promosi. Dikatakan tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas, tetapi kalau ada, akan membentuk motivasi kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh sebab itu faktor ini disebut sebagai pemuas.

Hygiene factors adalah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber kepuasan, terdiri dari gaji, insentif, pengawasan, hubungan pribadi, kondisi kerja dan status. Keberadaan kondisi-kondisi ini tidak selalu menimbulkan kepuasan bagi karyawan, tetapi ketidakberadaannnya dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan. As’ad (2004, p.104). Sebuah kelompok psikolog Universitas Minnesota pada akhir tahun 1950-an membuat suatu program riset yang berhubungan dengan problem umum mengenai penyesuaian kerja. Program ini mengembangkan sebuah kerangka konseptual yang, diberi nama Theory of Work Adjustment (Wayne dan Cascio, 1990, p.277).
Theory of Work Adjustment didasarkan pada hubungan antara individu dengan lingkungan kerjanya. Hubungan tersebut dimulai ketika individu memperlihatkan kemampuan atau keahlian yang memungkinkan untuk memberikan tanggapan terhadap kebutuhan kerja dari suatu lingkungan kerja. Dari lain pihak, lingkungan kerja menyediakan pendorong atau penghargaan tertentu seperti gaji, status, hubungan pribadi, dan lain-lain dalam hubungannya dengan kebutuhan individu.
Jika individu memenuhi persyaratan kerja, maka karyawan akan dianggap sebagai pekerja-pekerja yang memuaskan dan diperkenankan untuk tetap bekerja di dalam badan usaha. Di lain pihak, jika kebutuhan kerja memenuhi kebutuhan individu atau memenuhi kebutuhan kerja, pekerja dianggap sebagai pekerja-pekerja yang puas.
Individu berharap untuk dievaluasi oleh penyelia sebagai pekerja yang memuaskan ketika kemampuan dan keahlian individu memenuhi persyaratan kerja. Apabila pendorong-pendorong dari pekerjaan memenuhi kebutuhan kerja dari individu, mereka diharapkan untuk jadi pekerja yang puas. Seorang karyawan yang puas dan memuaskan diharapkan untuk melaksanakan pekerjaannya. Jika kemampuan dan persyaratan kerja tidak seimbang, maka pengunduran diri, tingkat pergantian, pemecatan dan penurunan jabatan dapat terjadi. Model Theory of Work Adjustment mengukur 20 dimensi yang menjelaskan 20 kebutuhan elemen atau kondisi penguat spesifik yang penting dalam menciptakan kepuasan kerja. Dimensi-dimensi tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a. Ability Utilization adalah pemanfaatan kecakapan yang dimiliki oleh karyawan.
b. Achievement adalah prestasi yang dicapai selama bekerja.
c. Activity adalah segala macam bentuk aktivitas yang dilakukan dalam bekerja.
d. Advancement adalah kemajuan atau perkembangan yang dicapai selama bekerja.
e. Authority adalah wewenang yang dimiliki dalam melakukan pekerjaan.
f. Company Policies and Practices adalah kebijakan yang dilakukan adil bagi karyawan.
g. Compensation adalah segala macam bentuk kompensasi yang diberikan kepada para karyawan.
h. Co-workers adalah rekan sekerja yang terlibat langsung dalam pekerjaan.
i. Creativity adalah kreatifitas yang dapat dilakukan dalam melakukan pekerjaan.
j. Independence adalah kemandirian yang dimiliki karyawan dalam bekerja.
k. Moral values adalah nilai-nilai moral yang dimiliki karyawan dalam melakukan pekerjaannya seperti rasa bersalah atau terpaksa.
l. Recognition adalah pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.
m. Responsibility, tanggung jawab yang diemban dan dimiliki.
n. Security, rasa aman yang dirasakan karyawan terhadap lingkungan kerjanya.
o. Social Service adalah perasaan sosial karyawan terhadap lingkungan kerjanya.
p. Social Status adalah derajat sosial dan harga diri yang dirasakan akibat dari pekerjaan.
q. Supervision-Human Relations adalah dukungan yang diberikan oleh badan usaha terhadap pekerjanya.
r. Supervision-Technical adalah bimbingan dan bantuan teknis yang diberikan atasan kepada karyawan.
s. Variety adalah variasi yang dapat dilakukan karyawan dalam melakukan pekerjaannya.
t. Working Conditions, keadaan tempat kerja dimana karyawan melakukan pekerjaannya.

Hipotesis pokok dart Theory of Work Adjustment adalah bahwa kepuasan kerja merupakan fungsi dari hubungan antara sistem pendorong dari lingkungan kerja dengan kebutuhan individu

Dampak Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja

1. Produktifitas atau kinerja (Unjuk Kerja)
Lawler dan Porter mengharapkan produktivitas yang tinggi menyebabkan peningkatan dari kepuasan kerja hanya jika tenaga kerja mempersepsikan bahwa ganjaran instrinsik dan ganjaran ekstrinsik yang diterima kedua-duanya adil dan wajar dan diasosiasikan dengan unjuk kerja yang unggul. Jika tenaga kerja tidak mempersepsikan ganjaran intrinsik dan ekstrinsik yang berasosiasi dengan unjuk kerja, maka kenaikan dalam unjuk kerja tidak akan berkorelasi dengan kenaikan dalam kepuasan kerja. Asad (2004, p. 113).

2. Ketidakhadiran dan Turn Over
Porter & Steers mengatakan bahwa ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan jenis jawaban yang secara kualitatif berbeda. Ketidakhadiran lebih bersifat spontan sifatnya dan dengan demikian kurang mungkin mencerminkan ketidakpuasan kerja. dalam Asad (2004, p.115). Lain halnya dengan berhenti bekerja atau keluar dari pekerjaan, lebih besar
kemungkinannya berhubungan dengan ketidakpuaan kerja. Menurut Robbins (1996) ketidakpuasan kerja pada tenaga kerja atau karyawan dapat diungkapkan ke dalam berbagai macam cara. Misalnya, selain meninggalkan pekerjaan, karyawan dapat mengeluh, membangkang, mencuri barang milik organisasi, menghindari sebagian dari tanggung jawab pekerjaan mereka.

Empat cara mengungkapkan ketidakpuasan karyawan, (p. 205) :
1. Keluar (Exit): Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk mencari pekerjaan lain.
2. Menyuarakan (Voice): Ketidakpuasan kerja yang diungkap melalui usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi termasuk memberikan saran perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasannya.
3. Mengabaikan (Neglect): Kepuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk, termasuk misalnya sering absen atau dating terlambat, upaya berkurang, kesalahan yang dibuat makin banyak.
4. Kesetiaan (Loyalty): Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik, termasuk membela perusahaan terhadap kritik dari luar dan percaya bahwa organisasi dan manajemen akan melakukan hal yang tepat untuk memperbaiki kondisi.
5. Kesehatan
Meskipun jelas bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan kesehatan, hubungan kausalnya masih tidak jelas. Diduga bahwa kepuasan kerja menunjang tingkat dari fungsi fisik mental dan kepuasan sendiri merupakan tanda dari kesehatan. Tingkat dari kepuasan kerja dan kesehatan mungkin saling mengukuhkan sehingga peningkatan dari yang satu dapat meningkatkan yang lain dan sebaliknya penurunan yang satu mempunyai akibat yang negative

sumber:
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/teori-teori-kepuasan-kerja-2/)
(http://www.psikologizone.com/teori-herzberg-dan-kepuasan-kerja-karyawan)
(http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/teori-teori-tentang-kepuasan-kerja-dan.html)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews